• Sun. Apr 11th, 2021

HAMIZUL ABDUL HAMID

Aku Budak Lenggong

Menuntasi idea berpetualangan di Indonesia (Bah. 1)

Byadmin

Jul 12, 2011

2 hingga 5 Julai 2011, saya menuntasi idea yang realitinya sudah lama beruzlah di minda. Ya, idea untuk merasai sendiri petualangan di bumi Jakarta. Jika sebelum ini, keberadaan saya di Jakarta sering dalam dakapan selesa, misalnya disediakan mobil dan supir, tinggal di hotel dan rumah kenalan yang terkategori kelas atasan, maka kali ini semuanya berbeza. Saya merasai sendiri denyut nadi rakyat biasa di sana, menaiki bas yang bersesak-sesak, merasai himpitan manusia di dalam angkut dan membonceng ojeg membelah malam.

Malah, saya berkesempatan untuk melewati jalan-jalan terjal yang kumal, juga mencicipi udara di perkampungan yang nyaman. Melihat dan merasai sendiri akan kehidupan umat di desa, juga kehidupan mereka yang serba sederhana. Semuanya terakam jelas di lipatan minda.

Sempat saya menyimpulkan pelbagai kesimpulan dan sempat juga menyodorkan beberapa pandangan. Sebelum menjauh, saya menyusun kalungan terima kasih buat dua sahabat saya yang juga dua bersaudara – Mas Iswandi juga Ustaz Irfan. Kehangatan mereka menyambut ketibaan saya dari awal hingga ke akhirnya, amat membekas di jiwa.

Penerbangan kali ini, sengaja saya pilih Garuda Indonesia. Lumayan layanannya. Kira-kira dua jam dicempung di udara, menjelang jam 9.00 pagi waktu Indonesia Barat, saya pun bisa melemparkan saujana pandangan ke sebuah panorama bumi Indonesia yang terhampar. Di sini, aktiviti pertanian memang saujana. Indonesia memang Negara yang banyak memproduksikan padi, justeru nasi adalah makanan ruji bagi rakyatnya.

Proses imigrasi selesa walau beratur agak panjang. Alhamdulillah, Indonesia bukanlah kali pertama saya kungjungi dan data diri yang sudah tersedia di dalam system imigrasi memudahkan saya. Mencapai bagasi dan terus menuju ke pintu ketibaan. Alhamdulillah juga, baharu sahaja mahu mencapai telefon tangan buat mendail teman di bandara (lapangan terbang), Mas Iswandi sudah terpacul dengan senyuman khasnya menanti ketibaan saya.

Segera kami berdakapan. Udara Bandara Soekarno-Hatta, seperti biasa hangat dan berbau asap. Deruan mobil silih berganti. Tidak lama, Ustaz Irfan bergabung dengan kami. Kemudiannya saya, Mas Iswandi dan Ustaz Irfan, bergegas mencari bas. Tujuan kami adalah ke Kerawang sebelum selanjutnya ke rumah Ustaz Irfan di Kecamatan Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

Related Post

Leave a Reply